apapun yang terwakilkan dengan kata bunga pastilah indah..
kali ini tentang bunga bank
tapi apa bisa bunga bank akan membuat miris hati orang lain selain dari orang yang mencicipi bunga bank itu sendiri, wah saya pikir bisa banget (karena kali ini saya sendiri yang mengalami miris) !
lima (5) bulan yang lalu salah satu departemen melalui kementeriannya memberikan bantuan uang senilai 1,5 milyar untuk suatu daerah yang bernama daerah IMPIAN (daerah tersebut dipimpin oleh seorang raja), uang itu merupakan bentuk dari program kementerian tersebut yang gunanya untuk peningkatan ekonomi kerakyatan pada daerah IMPIAN.
sirine mobil patwal mengawal mobil yang ditumpangi menteri meraung-raung keras saat akan memasuki halaman rumah dinas sang raja, singkat cerita terjadilah serah terima bantuan dalam bentuk uang dari menteri ke raja tersebut, tak lupa juga menandatangani berita acara serah terima…akhirnya cipika cipiki, saat itu di otak saya hanya berpikir bagaimana bisa selekas mungkin ‘ngembat’ makanan yang tersaji diatas meja makan, kelihatan seksi sekali paha ayam bekakak itu dan menggoda untuk bisa saya sobek (tapi tidak ‘kan mungkin saya mendapatkan posisi pertama dalam barisan nanti, yang pertama dalam barisan menuju meja saji pastilah sang menteri, hmm..gak papa ya ‘yam’ bathin saya, lain kali dech).
besoknya dikoran lokal peristiwa diatas udah menjadi berita yang bercokol dihalaman utama, alangkah gembiranya rakyat pada kota ‘IMPIAN’ tersebut karena akan segera merasakan manfaat dari uang bantuan itu…yahh…itulah yang akan membuat naik grafik ekonomi kerakyatan kota nantinya. Raja membagi uang itu untuk beberapa item program pembangunan pada kota ‘IMPIAN’.
tepatnya bulan januari yang lalu sang menteri datang, tapi pada bulan juni ini para wakil rakyat ngamuk karena sampe saat ini uang tersebut belum juga dikeluarin oleh sang raja, berdalih membutuhkan waktu beberapa bulan untuk ngikuti prosedur dan mekanisme akan uang 1,5 milyar itu dan bla bla bla..maunya saya senin dapat bantuan..rabu udah dijalankan (maksa).
rasanya uang tersebut gak mungkin disimpen dibawah ranjang, pastilah disimpen di bank lah..
nah, kali ini saya mengundang para blogger yang ahli ekonomi ataupun para ahli keuangan lainnya untuk bisa membantu saya guna menghitung berapa nominal (bunga bank) uang yang didapati dari nabung uang senilai 1,5 milyar dalam lima (5) bulan, terlepas nyimpen di bank mana atau nilai suku bunga dari bank2 tersebut…pokoknya hitung suku bunga bank yang berlaku standar aja di negara kita ini, bisa kan bro ?
dan kalo udah didapati hasilnya saya yang gak bisa ngitung ini cuma mau nanya aja, kemana dan dimanakah uang hasil dari bunga bank tersebut ??? (hehe yang bisa jawab ya yang nerima lah) !
terakhir saya dengar setelah ini, uang 1,5 milyar tersebut udah bergerak guna peningkatan ekonomi kerakyatan, dan tentunya udah ditarik dari bank tersebut berikut bunganya ‘kan !
so, bagi yang lagi mau dan udah menjabat (yang juga memanfaatkan media blog ini), kalo kebetulan ngebaca ini tulisan hendaknya jangan sampe lah ikut-ikutan kayak cerita yang diatas tadi, kasihani kami/saya…rakyat yang gak tau apa2 ini, taunya kami/saya pembangunan berjalan dengan lancar dan ekonomi kerakyatan bisa terealisasikan dengan semestinya.
dan bagi yang mau nyalon, kalo gak ikut-ikutan prinsip2 jelek yang tertulis diatas…kalo menang nanti dijamin akan sukses dalam menjalani jabatan, dan akan mendapatkan do’a yang sifatnya continue dari saya, mau ‘kan
hmm….memang yang namanya bunga pastilah rata2 indah, apalagi bunga desa (udah 2 botol parfum merk duyung kembar yang saya habiskan saat ini dalam misi ngejar bunga desa pada desa tetangga), hehehe…gak kok, canda bro !
peace!